Beberapa Hal Ini Harus Diperhatikan dalam Surat Pengunduran Diri

Surat pengunduran diri termasuk surat resmi sehingga menulisnya pun harus mengikuti peraturan cara penulisan surat yang baku. Namun disamping itu, surat pengunduran diri pun harus memperhatikan unsur etika. Disini kita akan membahas apa saja yang harus berada dalam surat pengunduran diri bagaimana cara menuliskannya dengan benar dan baik.

Perlu di pahami meskipun surat disini berperan sebagai perantara antara perusahaan tempat kita bekerja dan kita yang akan mengundurkan diri, akan tetapi perlu diperhatikan bahwa isi surat pengunduran diri haruslah tersampaikan dengan kesan yang baik. Karena itu perlu diperhatikan etika dengan memilih setiap kata dan kalimat yang pantas, dalam penulisan yang pantas dituangkan ataupun tidak.

Berikut hal yang harus diperhatikan dalam penulisan surat pengunduran diri.

1. Jelas dan Padat

Tuliskan maksud yang ingin disampaikan melalui surat pengunduran diri dengan singkat dan tidak bertele-tele. Gunakan tata bahasa yang baik dan beretika sehingga tidak terkesan emosional dan melalui keputusan yang diambil secara matang. Perhatikan jika isi surat hanya memuat kalimat seperlunya saja karena maksud isi surat sudah tersampaikan melalui perihal atau subjek bila menggunakan email.

Kamu bisa menuliskan berbagai kesan positif selama bekerja, rasa bangga dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu selama kamu bekerja disana. Meski kedepannya mungkin kamu akan berkomunikasi lebih lanjut dengan atasan atau HRD mengenai alasan kamu berhenti bekerja, akan tetapi jangan menyepelekan isi dari surat pengunduran kerja itu sendiri. Sebagai arsip setidaknya kamu akan dikenang sebagai karyawan yang baik dan sopan.

2. Tanggal dan Waktu Berhenti Kerja

Ingat, bukan tanggal penulisan surat, akan tetapi tanggal kapan pastinya kamu akan berhenti bekerja. Tuliskan juga bahwa kamu akan tetap bekerja seperti biasa sampai batas waktu yang telah ditentukan. Untuk menguatkan hal ini kamu bisa megambil referensi dari detail kontrak yang telah di sepakati bersama dengan perusahaan ketika kamu mengawali bekerja disana.

Hal ini akan menunjukan kesan positif, profesional dan bertanggung jawab pada pekerjaan. Selain itu, di rentang waktu tersebut kamu bisa berkomunikasi lebih lanjut baik itu dengan atasan atau HRD mengenai kemungkinan apa saja terkait pengunduran diri, seperti mencari karyawan pengganti misalnya.

3. Tuliskan Alasan Berhenti Kerja Seperlunya

Sebaiknya hindari penulisan alasan berhenti bekerja secara berlebihan. Tuliskan alasannya dengan sebaik mungkin dan tanpa perlu menampilkan kekecewaan atau kekurangan pada perusahaan tersebut. Memang hal tersebut cukup sulit, karena itu perlu banyak pertimbangan dalam menuliskan berbagai kata di dalam surat pengunduran diri.

Hindari juga alasan yang dibuat-buat atau tidak jujur, karena itu akan meninggalkan kesan yang buruk selepas kamu tidak lagi bekerja disana. Contohnya, ketika kamu menuliskan alasan dengan sakit dan tidak mampu mengerjakan pekerjaan denga baik, akan tetapi suatu hari kamu ditemukan telah bekerja di bidang yang sama dengan perusahaan yang berbeda. Sebaiknya tuliskan alasan sebaik mungkin dan serasional mungkin.

4. Posisikan Isi Surat dengan Objektif

Dalam penulisan surat sebaiknya kamu susun dengan penilaian se objektif mungkin. Artinya kamu tidak benar-benar mengeluarkan penilaian terhadap perusahaan, tidak mengeluarkan isi perasaan yang berlebihan dan jika ada masalah apa pun yang sensitif jangan di tuliskan di isi surat.

Tips menulis surat dengan objektif adalah dengan menuliskan beberapa referensi sumber hukum yang menjadi landasan kamu mengundurkan diri. Landasan hukum seperti Anggaran dasar dan rumah tangga pada organisasi atau peraturan yang tercantum pada kontrak.

4. Jaga Sikap dan Perilaku

Baik sebelum ataupun sesudah surat pengunduran diri diajukan sebaiknya tetap bersikap seperti biasa. Dalam rentang waktu yang dibutuhkan dalam proses pengunduran diri biasanya timbul kondisi yang agak sensitif, baik itu di HRD ataupun atasan atau di kalangan rekan kerja kita sendiri. Sebijak mungkin kita meredam berbagai kabar yang tidak penting mengenai proses pengunduran diri yang kita ajukan.

Terlebih jika kamu adalah sosok yang penting diperusahaan tersebut. Sebaiknya hindari berbagai perkembangan kabar negatif yang bisa memprovokasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

Pernah ada kejadian ketika seorang karyawan dalam proses mengajukan pengunduran diri. Bahkan sebelum proses pengajuan surat pengunduran diri karyawan ini sering membicarakan tentang pekerjaan yang telah di incarnya pada saat ia keluar nantinya. Dengan membanding-bandingkan antara tempat ia bekerja saat ini dan perusahaan yang nantinya akan ia lamar.

Mendengar kabar yang beredar itu, setelah surat diserahkan ke HRD ternyata karyawan ini mengalami kesulitan. Sebelum diperbolehkan meninggalkan perusahaannya ia diharuskan mencari penggantinya terlebih dahulu, baru dokumen pengunduran dirinya diserahkan.

Singkat cerita akhirnya karyawan ini gagal melamar pekerjaan ke perusahaan yang telah ia incar selama ini, dikarenakan keterlambatan dalam menyerahkan dokumen. Akibat perilakunya yang kurang baik dalam proses pengajuan surat pengunduran diri berlangsung, hasilnya karyawan ini tidak lagi bekerja selepas mengundurkan diri.

Sebagai penutup kamu bisa membaca cara agar hubungan dengan atasan tetap terjaga dengan baik. Sehingga dengan proses pengunduran diri kamu tidak ada pihak yang dirugikan.

Reply