Pengertian HAM : Macam dan Pelanggaran HAM

Pengertian HAM : Jenis serta Pelanggaran HAM

Pengertian HAM. Pengertian Hak Asasi Manusia yaitu hak basic yang dipunyai manusia mulai sejak dilahirkan ke dunia yang dengan kodrati telah menempel dalam diri manusia itu yang perlu dijunjung tinggi serta disadari oleh kebanyakan orang.

Mahluk yang di ciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan semua kesempurnaanya yakni manusia. Satu diantara kesempurnan yang di ciptakan pada manusia yaitu akal serta fikiran yang membedakan dengan makhluklain. Mulai sejak di ciptakan serta dilahirkan manusia sudah dianugrahi beberapa hal yangmelekat pada dianya yang perlu dihormati oleh manusia yang lainnya. Hak itu dimaksud dengan Hak Asasi Manusia (HAM).

HAM adalah hasil perjuangan manusia untuk menjangkau harkat kemanusiaan, sebab sampai sekarang ini cuma rencana HAM serta demokrasilah yang dapat dibuktikan paling mengaku serta menanggung harkat kemanusiaan. Di hadapan manusia mempunyai potensi untuk menjangkau kebenaran, namun tidak kebenaran mutlak dipunyai oleh manusia, karna yang benar dengan mutlak cuma Tuhan.

Pengertian HAM : Jenis serta Pelanggaran HAM

Pengertian HAM. Pengertian Hak Asasi Manusia yaitu hak basic yang dipunyai manusia mulai sejak dilahirkan ke dunia yang dengan kodrati telah menempel dalam diri manusia itu yang perlu dijunjung tinggi serta disadari oleh kebanyakan orang.

Mahluk yang di ciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan semua kesempurnaanya yakni manusia. Satu diantara kesempurnan yang di ciptakan pada manusia yaitu akal serta fikiran yang membedakan dengan makhluklain. Mulai sejak di ciptakan serta dilahirkan manusia sudah dianugrahi beberapa hal yangmelekat pada dianya yang perlu dihormati oleh manusia yang lainnya. Hak itu dimaksud dengan Hak Asasi Manusia (HAM).

HAM adalah hasil perjuangan manusia untuk menjangkau harkat kemanusiaan, sebab sampai sekarang ini cuma rencana HAM serta demokrasilah yang dapat dibuktikan paling mengaku serta menanggung harkat kemanusiaan. Di hadapan manusia mempunyai potensi untuk menjangkau kebenaran, namun tidak kebenaran mutlak dipunyai oleh manusia, karna yang benar dengan mutlak cuma Tuhan.

Pengertian Ham Hak Asasi Manusia
Pengertian Ham – Ekoonomi. com
Bacalah juga : System Ekonomi Indonesia
Pengertian HAM Hak Asasi Manusia

Hak asasi manusia yaitu satu prinsip-prinsip moral atau etika yang melukiskan standard spesifik dari sikap tingkah laku manusia dan dilindungi dengan baik jadi hak-hak hukum dalam hukum kota/internasional. – Wikipedia

Sebelumnya kita mengulas tentang makna hak asasi manusia, mari kita ulas satu persatu tentang pengertian hak terlebih dulu.

Pengertian Hak

Dengan definitif arti ‘HAK ” adalah satu unsur normatif jadi dasar dalam berperilaku, membuat perlindungan kebebasan, kebal, serta menanggung ada kesempatan untuk manusia dalam melindungi inti serta martabatnya. – (daftar pusataka : Tim ICCE UIN Jakarta. Demokrasi, Hak Asasi Manusia serta Orang-orang Madani, (Jakarta : PrenadaMedia, 2003) hal. 199.)

Hak dibagi jadi tiga unsur yang menyatu jadi satu dalam artian basic mengenai hak. Unsur-unsur HAK menurut Tim ICCE UIN Jakarta. (Loc., cit.. Hal 199) yakni :
Yang memiliki hak ;
Ruangan lingkup aplikasi hak ; serta
Pihak yang bersedia dalam aplikasi hak
Hingga, HAK adalah unsur normatif yang menempel pada diri tiap-tiap manusia yang dalam aplikasinya ada pada ruangan lingkup hak kesamaan serta hak kebebasan yang berkaitan dengan interaksinya pada individu atau mungkin dengan lembaga.
Teori Pemerolehan Hak
1. Teori McCloskey
Pemberian hak yaitu untuk dikerjakan, dipunyai, atau telah dikerjakan.

2. Teori Joel Feinberg
Pemberian hak penuh adalah kesatuan dari klaim yang absah (keuntungan yang didapat dari proses hak yang dibarengi proses keharusan). Hingga keuntungan dengan juga akan didapat bila proses hak dibarengi dengan proses keharusan. Oleh karena itu perwujudan hak serta keharusan tidak bisa dipisahkan, bila seorang menuntut hak mengharuskan untuk lakukan keharusan. (Tim ICCE UIN Jakarta. Op., Cit., hal. 200)

Pengertian HAM Menurut Beberapa Ahli
Pengertian Hak Asasi Manusia Menurut John Locke

HAM yaitu hak-hak yang sudah diberi segera oleh Tuhan Yang Maha Pencipta jadi hak yang kodrati, tak ada kuasa apa pun didunia yang bisa mencabutnya. Hak ini berbentuk begitu mendasar (fundamental) untuk hidup ataupun kehidupan manusia dan adalah hak kodrati yg tidak dapat lepas dari serta dalam kehidupan manusia. (Masyhur Effendi. Dimensi serta Dinamika Hak Asasi Manusia dalam Hukum Nasional serta Internasional, (Jakarta, Ghalia Indonesia, 1994), hal. 3.)

Pengertian HAM Menurut Undang-Undang Nomor 39 Th. 1999 mengenai Hak Asasi Manusia Pasal 1
Hak Asasi Manusia (HAM) yaitu seperangkat hak yang menempel pada inti serta kehadiran manusia jadi makhluk Tuhan Yang Maha Esa serta adalah anugerah-Nya yang harus dihormati, dijunjung tinggi, serta dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah serta tiap-tiap orang untuk kehormatan dan perlindungan harkat serta martabat manusia.
HAM Menurut Austin-Ranney
HAM adalah ruangan kebebasan individu yang dirumuskan dengan terang dalam konstitusi serta ditanggung pengerjaannya oleh pemerintah.

HAM Menurut C. de Rover
HAM yaitu hak hukum yang dipunyai tiap-tiap orang jadi manusia. Hak-hak itu berbentuk universal serta dipunyai tiap-tiap orang, kaya ataupun miskin, lelaki maupun wanita. Hak-hak itu mungkin saja saja dilanggar, namun tidak sempat bisa dihapuskan.

Hak asasi adalah hak hukum, ini bermakna kalau hak-hak itu adalah hukum. Hak asasi manusia dilindungi oleh konstitusi serta hukum nasional di banyak negara didunia.

Hak asasi manusia yaitu hak basic atau hak pokok yang dibawa manusia mulai sejak lahir jadi anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Hak asasi manusia dihormati, dijunjung tinggi, serta dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, serta tiap-tiap orang.

Hak asasi manusia berbentuk universal serta kekal.

Pengertian Ham menurut David Beetham serta Kevin Boyle

Menurut David Beetham serta Kevin Boyle, hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan fundamental yaitu hak-hak tiap-tiap individu yang berawal dari bebrapa keperluan dan sebagian kemampuan manusia.

Pengertian Ham menurut A. J. M. Milne

HAM yaitu hak yang dipunyai oleh semuanya umat manusia di semua masa serta di semua tempat karna keutamaan keberadaannya jadi manusia.

Pengertian HAM oleh Franz Magnis- Suseno

HAM yaitu hak-hak yang dipunyai manusia bukanlah karna diberi padanya oleh orang-orang. Jadi bukanlah karna hukum positif yang berlaku, tetapi berdasar pada martabatnya jadi manusia. Manusia memilikinya karna ia manusia.

Makna HAM Menurut Miriam Budiardjo
Miriam Budiardjo membatasi pengertian hak-hak asasi manusia jadi hak yang dipunyai manusia yang sudah didapat serta dibawanya berbarengan dengan kelahiran atau kemunculannya didalam orang-orang.

Arti HAM menurut Oemar Seno Adji

Menurut Oemar Seno Adji yang disebut dengan hak-hak asasi manusia adalah hak yang menempel pada martabat manusia jadi insan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang sifatnya tidak bisa dilanggar oleh siapa saja, serta yang seakan-akan adalah satu holy ruang.

Sumber : Zonasiswa. com

MACAM-MACAM HAK ASASI MANUSIA

Dalam ajaran agama Islam hak asasi manusia mempunyai lima prinsip paling utama yang sesuai sama fikih (oleh Masdar F. Mas’udi) yatu :
Hak perlindungan pada jiwa
Hak perlindungan keyakinan
Hak perlindungan pada akal fikiran
Hak perlindungan pada hak milik
Hak berkeluarga atau hak peroleh keturunan serta memertahankan nama baik
Sesuai sama UUD 1945 Hak Asasi Manusia (HAM) ditata dalam pasal 28A hingga 28J, dengan keterangan komplit seperti berikut :

Pasal 28A mengatur mengenai hak hidup
Tiap-tiap orang memiliki hak untuk hidup dan memiliki hak menjaga hidup serta kehidupannya.

Pasal 28B mengatur mengenai hak berkeluarga
(1) Tiap-tiap orang memiliki hak membuat keluarga serta meneruskan keturunan lewat perkawinan yang sah.
(2) Tiap-tiap anak memiliki hak atas keberlangsungan hidup, tumbuh, serta berkembang dan memiliki hak atas perlindungan dari kekerasan serta diskriminasi.

Pasal 28C mengatur mengenai hak memeroleh pendidikan
(1) Tiap-tiap orang memiliki hak meningkatkan diri lewat pemenuhan keperluan dasarnya, memiliki hak memperoleh pendidikan serta peroleh faedah dari ilmu dan pengetahuan serta tehnologi, seni serta budaya, untuk tingkatkan kwalitas hidupnya serta untuk kesejahteraan umat manusia.
(2) Tiap-tiap orang memiliki hak untuk memajukan dianya dalam memperjuangkan haknya dengan kolektif untuk membuat orang-orang, bangsa serta negaranya.

Pasal 28D mengatur mengenai kepastian hukum
(1) Tiap-tiap orang memiliki hak atas pernyataan, jaminan, perlindungan, serta kepastian hukum yang adil dan perlakuan yang sama di hadapan hukum.
(2) Tiap-tiap orang memiliki hak untuk bekerja dan memperoleh imbalan serta perlakuan yang adil serta layak dalam jalinan kerja.
(3) Tiap-tiap warga negara memiliki hak peroleh peluang yang sama dalam pemerintahan.
(4) Tiap-tiap orang memiliki hak atas status kewarganegaraan.

Pasal 28E mengatur mengenai kebebasan beragama
(1) Tiap-tiap orang bebas memeluk agama serta beribadat menurut agamanya, pilih pendidikan serta pengajaran, pilih pekerjaan, pilih kewarganegaraan, pilih tempat tinggal diwilayah negara serta meninggalkannya, dan memiliki hak kembali.
(2) Tiap-tiap orang atas kebebasan yakini keyakinan, menyebutkan fikiran serta sikap, sesuai sama hati nuraninya.
(3) Tiap-tiap orang memiliki hak atas kebebasan berserikat, berkumpul, serta keluarkan pendapat.

Pasal 28F mengatur mengenai komunikasi serta info
Tiap-tiap orang memiliki hak untuk berkomunikasi serta peroleh info untuk meningkatkan pribadi serta lingkungan sosialnya, dan memiliki hak untuk mencari, peroleh, mempunyai, menaruh, membuat, serta mengemukakan info dengan memakai semua type saluran yang ada.

Pasal 28G mengatur Hak perlindungan diri
(1) Tiap-tiap orang memiliki hak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, serta harta benda yang di bawah kekuasaannya, dan memiliki hak atas rasa aman serta perlindungan dari ancaman ketakutan untuk melakukan perbuatan atau tidak melakukan perbuatan suatu hal yang disebut hak asasi.
(2) Tiap-tiap orang memiliki hak untuk bebas dari penyiksaan serta perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia serta memiliki hak peroleh suaka politik dari negara beda.

Pasal 28h mengatur kesejahteraan serta memperoleh jaminan sosial
(1) Tiap-tiap orang memiliki hak hidup sejahtera lahir serta batin, berada tinggal, serta medapatkan lingkungan hidup baik serta sehat dan memiliki hak peroleh service kesehatan.
(2) Tiap-tiap orang memperoleh keringanan serta perlakuan spesial untuk peroleh peluang serta faedah yang sama manfaat menjangkau kesamaan serta keadilan.
(3) Tiap-tiap orang memiliki hak atas jaminan sosial yang sangat mungkin pengembangan dianya dengan utuh jadi manusia yang bermartabat.
(4) Tiap-tiap orang memiliki hak memiliki hak punya pribadi serta hak punya itu tidak bisa di ambil alih dengan sewenang-wenang oleh siapa juga.

Pasal 28I mengatur hak-hak basic asasi manusia
(1) Hak untuk hidup, hak tidak untuk disiksa, hak kemerdekaan fikiran serta hati nurani, hak beragama, hak tidak untuk diperbudak, hak untuk disadari jadi pribadi di hadapan hukum, serta hak tidak untuk dituntut atas basic hukum yang berlaku surut yaitu hak asasi manusia yg tidak bisa dikurangi dalam kondisi apapun.
(2) Tiap-tiap orang memiliki hak bebas atas perlakuan yang berbentuk diskriminatif atas basic apapun serta memiliki hak memperoleh perlindungan pada perlakuan yang berbentuk diskriminatif itu.
(3) Jati diri budaya serta hak orang-orang tradisionil dihormati sesuai dengan perubahan jaman serta peradaban.
(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, serta pemenuhan hak asasi manusia yaitu tanggung jawab negara, terlebih pemerintah.
(5) Untuk menegakan serta membuat perlindungan hak asasi manusia sesuai sama prinsip negara hukum yang demokratis, jadi proses hak asasi manusia ditanggung, ditata, serta dituangkan dalam ketentuan perundangan-undangan.

Pasal 28J mengatur mengenai penghormatan HAM
(1) Tiap-tiap orang harus menghormati hak asasi manusia orang yang lain dalam teratur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara.
(2) Dalam menggerakkan hak serta kebebasannya, tiap-tiap orang harus tunduk pada pembatasan yang diputuskan dengan undang-undang dengan maksud hanya untuk menanggung pernyataan dan penghormatan atas hak kebebasan orang yang lain serta untuk penuhi tuntutan yang adil sesuai sama pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, serta ketertiban umum dalam satu orang-orang demokratis.

Beberapa Jenis Hak Asasi Manusia Jadi Warga Negara dalam Berbangsa serta Bernegara

1. Hak Asasi Pribadi (Personal Rights)
Adalah hak yang terkait dengan pribadi individu manusia. Misalnya : Hak bebas untuk bergerak, bersantai, travelling, memiliki pendapat, pilih serta diambil dan aktif dalam organisasi, dan bebas pilih, memeluk ataupun menggerakkan ajaran agama serta keyakinan semasing.

2. Hak Asasi Politik (Political Rights)
Misalnya : Hak untuk pilih ataupun diambil dalam penentuan, turut dalam aktivitas pemerintahan, membangun partai, memajukan petisi dan sebagainya.

3. Hak Asasi Hukum (Legal Equality Rights)
Misalnya : hak dalam memperoleh perlakuan yang sama dalam hukum serta pemerintahan, jadi PNS, memperoleh service serta perlindungan hukum, dan lain-lain.

4. Hak Asasi Ekonomi (Properti Rights)
Misalnya : Bebas berjual beli, membuat kesepakatan kontrak, sewa menyewa serta utan piutang, hak mempunyai suatu hal, memperoleh pekerjaan yang layak dan sebagainya.

5. Hak Asasi Sosial Budaya (Social Culture Rights)
Misalnya : Hak memastikan, pilih serta memperoleh pendidikan yang layak, memperoleh pengajaran, meningkatkan budaya sesuai sama bakat, dan sebagainya.

PELANGGARAN HAM DI INDONESIA
Masalah Pembantaian Rawagede 1945
Masalah Tragedi Pembantaian Massal PKI – 1965-1966
Momen Tanjung Priok 1984
Masalah Penembakan Misterius Petrus th. 1982-1985
Masalah Santa Cruz – 1991
Masalah Pembunuhan Aktivis Buruh Wanita, Marsinah Th. 1993
Masalah Penganiayaan Wartawan Udin – 1996
Tragedi Semanggi serta Kerusuhan pada Mei Th. 1998
Tragedi Trisakti – 1998
Masalah Dukun Santet di Banyuwangi – 1998
Tragedi Wamena Berdarah pada tanggal 4 April 2003
Masalah Bulukumba th. 2003
Momen Abepura Papua – 2003
Masalah terbunuhnya seseorang aktivis HAM Munir Said Thalib – 2004

Reply