5 Kesalahan dalam Penulisan Surat Lamaran Kerja

Seringkali saat kita sudah mengirimkan surat lamaran kerja, ternyata tidak ada respon apapun dari perusahaan. Hal ini tentu akan terasa mengecewakan, karena kita sudah berharap banyak. Namun sebelum lebih jauh menyalahkan perusahaan, ada baiknya kita menginstropeksi diri. Karena bisa jadi terjadi kesalahan dalam penulisan surat lamaran kerja milik kita.

Salah satu kemungkinan yang bisa saja terjadi adalah adanya kesalahan dalam penulisan surat lamaran kerja. Meski surat lamaran kerja adalah formalitas dalam proses melamar pekerjaan, namun jangan sampai kita anggap remeh hal ini. Kesalahan dalam penulisan surat lamaran kerja terkadang berakibat fatal. Biasanya hal ini adalah salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh fresh graduate.

Berikut beberapa kesalahan yang seringkali terjadi dalam penulisan surat lamaran kerja.

1. Ditulis Tangan

Saya sendiri memiliki pengalaman, ketika sekolah dulu ada anjuran jika menulis surat lamaran kerja haruslah ditulis tangan. Memang pada saat itu dijelaskan alasan kenapa ditulis tangan dan kelebihannya, akan tetapi realita di lapangan ternyata tidaklah seperti yang diperkirakan. Menulis tangan surat lamaran kerja sebaiknya dihindari, sebab hasil penulisan takutnya tidak rapi, berantakan danm sulit terbaca.

Dalam satu momen lowongan kerja, terkadang HRD menerima ratusan bahkan ribuan surat lamaran kerja. Nah, bayangkan jika tiba-tiba diantara ribuan surat lamaran kerja tersebut, terselip milik kamu yang ternyata di tulis tangan dan kurang rapi. Saya rasa surat lamaran kamu tidak akan pernah dilirik oleh HRD. Hehe.

Berbeda halnya jika dipersyaratan lowongan kerja dituliskan untuk menulis surat lamaran kerja dengan ditulis tangan, nah hal tersebut adalah pengecualian. Memang ada beberapa perusahaan yang terkadang memberikan persyaratan tersebut demi pertimbangan tertentu.

2. Layout Acak-acakan

Seperto yang kita ketahui, surat lamaran kerja disusun berdasarkan kaidah penulisan surat resmi. Disamping mengikuti kaidah penulisan resmi yang akan menghasilkan surat berkualitas, penulisan berdasarkan layout dan struktur yang rapi akan menghasilkan surat yang penuh estetika. Sehingga nyaman dibaca dan akan menarik perhatian.

Hampir sama alasannya dengan poin pertama diatas, dengan layout yang acak-acakan akan membuat tim HRD tidak tertarik dan jenuh membaca surat lamaran tersebut. Sementara itu ada ribuan surat lamaran lain yang masih harus di pertimbangkan.

3. Banyak Salah Ketik

Dalam bahasa gaulnya kita mengenal istilah typo, nah dalam surat lamaran kerja hal ini harus dihindari. Kesalahan ketik dalam menulis surat lamaran kerja, akan mengindikasikan kamu sebagai orang yang tidak cermat dan pemalas. Karena itu, saya seringkali menyisipkan tips cek ulang atau cek kembali di beberapa artikel tentang surat lamaran kerja. Hal tersebut untuk meminimalisir terjadinya kemungkinan salah pengetikan.

Apalgi jika salah pengetikan terjadi pada nama perusahaan, bisa dipastikan hal tersebut akan berakibat cukup fatal. Bagaimana pun juga, surat lamaran kerja adalah kesan pertama yang akan diterima oleh calon atasan kamu. Maka ciptakanlah kesan terbaik dalam penulisan surat lamaran kerja tersebut.

Selain itu, hindari juga penggunaan tip-ex yang berlebihan. Atau bahkan, hindari sebisa mungkin penggunaan tip-ex dalam penyusunan surat lamaran kerja. Memang jika harus menulis ulang surat lamaran kerja yang salah akan memakan biaya dan waktu lebih banyak, namun untuk menunjukan kualitas diri kita apa salahnya.

4. Menjiplak Template

Saat ini di internet tersedia ratusan template surat lamaran kerja. Penggunaan template tersebut harus diperhatikan agar digunakan seminimal mungkin. Penggunaan template dengan menyalin redaksi surat sebaiknya dihindari dan sangat tidak di anjurkan. Gunakalah template sebatas struktur dan layout, sementara redaksi dan bahasa sebaiknya menyusun ulang berdasarkan informasi dan bidang lowongan kerja yang akan kamu lamar.

Pun sama halnya dengan template milik pribadi. Penggunaan template surat lamaran kerja bekas pun harus di perhatikan dengan baik, jangan sampai terkesan sama dengan bahasa monoton. Maka sebaiknya, redaksi surat lamaran kerja di setiap perusahaan menggunakan redaksi bahasa yang berbeda-beda.

Satu lagi, yaitu hindari mengirim banyak surat sekaligus dalam satu redaksi. Terkadang kita menerima beberapa informasi lowongan pekerjaan dalam satu waktu, nah untuk menghemat tenaga dikirimkanlah beberapa surat lamaran kerja yang memiliki struktur dan redaksi yang sama. Sebaiknya hindari hal ini. Kamu bisa mempelajari cara mengirimkan surat lamaran kerja secara banyak dan sekaligus dan efisien.

5. Tidak Mencantumkan Posisi Pekerjaan yang Dilamar

Pelajari sedetail mungkin posisi pekerjaan yang akan kamu lamar, dan tuliskan sejelas mungkin di surat lamaran kerja. Bahkan ada baiknya kamu menuliskan posisi lamaran kerja di amplop terluar paket pengiriman surat lamaran kerja, hal tersebut untuk memudahkan tim HRD melakukan identifikasi pada surat lamaran kerja yang kamu kirimkan.

Selain itu perhatikan juga kualifikasi pendidikan serta skill  yang di persyaratkan pada bidang pekerjaan tersebut. Ada kemungkinan saat surat lamaran kerja kamu tidak di respon adalah karena kamu tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

Demikian 5 kesalahan dalam penulisan surat lamaran kerja yang seringkali terjadi. Semoga artikel ini bisa membantu dalam penyusunan surat lamaran kerja terbaik yang akan kamu buat dan membantu karir kamu di masa yang akan mendatang. Kamu bisa baca juga cara membuat CV menarik di mata HRD.

Reply